Petani Kakao Lampung Timur Mulai Bangkit

Petani Kakao Lampung Timur Mulai Bangkit
Andono - Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:14 WIB
Petani Kakao Lampung Timur Mulai Bangkit
Petani Kakao Lampung Timur Mulai Bangkit - Foto IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

SUKADANA - Setelah sempat terpuruk akibat serangan busuk buah pada 2010-2013, petani kakao di Kabupaten Lampung Timur kini mulai bangkit.

Kebangkitan itu ditandai dengan peringatan HUT ke-1 Asosiasi Petani Kakao (APIK) dan peringatan Hari Cokelat Sedunia dalam Festival Kakao di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara, Sabtu (25/7).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Ela Siti Nuryamah, Sekda Rustam Effendi, Kadis Ketahanan Pangan,Ketua APIK Lamtim Jappung, para mitra, dan ratusan petani kakao.

Ketua APIK Lamtim, Jappung, menceritakan perjalanan panjang petani kakao di daerah.

Advertisements

Lampung Timur sebenarnya memiliki potensi besar. Sejak 1980-an kakao sudah tumbuh di lahan ribuan hektare.

Namun pada 2010-2013, serangan penyakit busuk buah membuat banyak petani putus asa dan menebang pohonnya.

"Tahun 2010 sampai 2013 kami mengalami kendala busuk buah. Petani mulai lepas. Kami trauma. Banyak yang tebang habis karena buahnya tidak bisa diselamatkan," kenang Jappung.

Titik balik terjadi sejak 2014. Kehadiran perusahaan, pemerintah, dan lembaga pendamping membuat petani kembali menanam.

Advertisements

Pengenalan varietas unggul seperti MC 02 dan pelatihan multiklon ikut memulihkan semangat.

"Dulu 2015 kami hanya kenal satu klon. Sekarang kami sudah dididik. Harus multiklon supaya lebih tahan dan produktif," ujar Jappung.

Ia menyebut, berdirinya APIK pada 20 Juli 2025 tidak lepas dari dorongan Bupati Ela Siti Nuryamah. Dari komunitas kecil, kini APIK menjadi wadah resmi perjuangan petani.

Untuk menguatkan kebangkitan petani, Pemkab Lampung Timur mendorong hilirisasi dari hulu hingga hilir. 

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements